Adab Buang Air Kecil dan Besar yang Wajib Diketahui

Agama Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga kebersihan. Bahkan salah satu hadis menyebutkan tentang keterkaitan kebersihan dengan iman. Hal tersebut menunjukan betapa pentingnya tampil bersih dan menghindari apapun yang najis. Konsep ini semakin terasa krusial karena dalam setiap kitab fiqih selalu didahului oleh bab bersuci. Tidak hanya itu banyak juga para ulama yang menjelaskan tentang media yang bisa digunakan untuk thoharoh (bersuci).

Bahkan air mempunyai berbagai jenis dan ditentukan bahwa air mutlak menjadi air yang suci dan menyucikan. Tak berhenti disini karena banyak juga kitab terkenamaan yang menjelaskan mengenai istinja’. Istinja’ ialah istilah untuk menerangkan bersuci setelah buang air besar dan kecil. Anda bisa saja membersihkannya dengan tisu atau batu. Namun, air menjadi komponen utama yang diprioritaskan. Pengajaran Islam sangat detail dan runtut.

Begitu pula dengan pengajaran mengenai adab buang BAB dan BAK. Buang hajat menjadi kebutuhan setiap manusia. Bahkan bayi sekalipun perlu melakukannya untuk menyehtkan tubuh. Rasioanlnya BAB serta BAK adalah bentuk sisa dari makanan. Para ahli kesehatan menyebutnya sebagai sampah yang setidaknya perlu dikeluarkan 3 kali dalam seminggu. Lebih baik lagi jika Anda BAB setiap pagi.

Kondisi ini menunjukan bahwa proses penyerapan dalam tubuh bekerja dengan baik. Hal serupa juga terjadi untuk BAK. Namun, karena dianggap mudah. Banyak dari Anda yang tidak memperhatikan adab buang hajat. Padahal konsep tersebut sangat penting untuk diperhatikan.

6 Adab Buang Hajat yang Wajib Diamalkan

Buang hajat termasuk aktivitas membuang sampah. Sudah seharusnya kegiatan semacam ini dilakukan secara benar. Anda tidak boleh asal membersihkan tanpa mengetahui apa yang sebenarnya harus dilakukan. Para ulama menegaskan bahwa pembersihan dilakukan menggunakan air mengalir. Setidaknya 3 kali siraman. Nah, berikut ini Anda akan belajar mengenai adab buang hajat, yaitu:

  1. Menjauh dari orang lain

Adab pertama yang harus dilakukan adalah menghindar dan menjauhi orang lain saat buang hajat. Konteks tersebut dijelaskan pula dalam salah satu hadis shohih yang diriwayatkan dari Jabin bin Abdillah.

  1. Tidak menyebut dan membawa apapun yang bertulis Allah

Hal tersebut dikarenakan nama Allah harus diagungkan di tempat-tempat suci da bersih.

  1. Sebelum masuk meminta perlindungan kepada Allah. Setidaknya ucapkan bismillah.
  2. Dahulukan kaki kiri saat masuk kamar mandi.
  3. Tidak menghadap kiblat ataupun membelakanginya.
  4. Tidak dianjurkan berbicara.

Ketentuan Air untuk Thoharoh

Buang hajat menjadi aktivitas yang harus dibersihkan dengan benar. Secara gamplang telah dijelaskan bahwa hendaknya Anda menggunakan air mutlak. Selain itu, pastikan air mengalir dan berikan siraman setidaknya 3 kali. Jika diperlukan Anda bisa menambahkan jumlah siraman. Secara lebih jelas bisa langsung akses di hasana.id. Semoga bermanfaat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *